Facebook Dituntut Kelompok HAM Muslim Karena Ujaran Kebencian

Tekinfom.com -  Sebuah kelompok HAM Mukmin menggugat Facebook dan eksekutifnya dengan dakwaan kalau CEO Mark Zuckerberg telah membuat statment ilegal dan membodohi pada kongres saat ia mengatakan jaringan sosial raksasa telah menghilangkan ucapan dendam dan modul lain yang melanggar ketentuan kebijaksanaannya.

Facebook Dituntut Kelompok HAM Muslim Karena Ujaran Kebencian


Petisi yang diajukan oleh Mukmin Advocates di Washington, DC, Amerika Sindikat ke Pengadlilan Besar mengklaim Zuckerberg dan administrator tua yang lain telah ikut serta dalam kampanye terkoordinasi untuk memastikan khalayak, perwakilan tersaring, administratur federal dan atasan nirlaba di ibukota negara itu. Facebook merupakan produk yang nyaman.

Petisi ini juga mendakwa Facebook telah kesekian kali diperingatkan tentang ucapan dendam dan jeritan untuk melakukan kekerasan di platformnya dan tidak melakukan apapun untuk menghindari ucapan dendam yang ditaksir sangat sedikit.

"( Facebook) membuat statment ilegal dan membodohi tentang penghapusan konten yang penuh dendam dan melanggar undang- undang proteksi konsumen District of Columbia dan pantangan pembohongan," catat statment dalam petisi itu seperti dilansir Tekinfom dari New York Post, Selasa( 13/ 4/ 2021).

" Setiap hari, orang lazim dibombardir dengan konten beresiko yang melanggar kebijaksanaan Facebook tentang percakapan yang mendesak dendam, aniaya, pelecehan, organisasi beresiko, dan kekerasan. Serbuan dendam dan kontra Mukmin sangat menabur di Facebook," lanjut isi petisi itu.

Menjawab hal itu, Facebook dalam sebuah pertanyaannya mengatakan tidak memperbolehkan ucapan dendam di platformnya dan lalu bertugas sama dengan para ahli, nirlaba dan pengelola kebutuhan untuk menolong membenarkan Facebook merupakan tempat yang nyaman untuk seluruh orang.

Facebook menambahkan kalau grupnya telah mendanakan untuk teknologi intelek ciptaan yang bertujuan untuk menghilangkan percakapan yang mendesak dendam dan dengan cara proaktif mengetahui 97% dari apa yang dihapusnya.

Facebook juga menolak berpendapat di luar statment itu, dan tidak menjawab atas petisi dari Mukmin Advocates. Misalnya, petisi itu mengambil riset dari guru besar Universitas Elon Megan Squire, yang mencetak riset tentang kelompok kontra Mukmin di Facebook.

Bagi petisi itu, Facebook tidak menghilangkan grup tetapi mengganti cara akademisi luar bisa mengakses platformnya sehingga jenis riset yang dilakukan Squire tidak mungkin dilakukan tidak hanya jika dilakukan oleh pegawai Facebook.

Kebijaksanaan ucapan dendam Facebook mencegah penargetan seseorang ataupun grup dengan perkataan ataupun pandangan yang tidak kemanusiaan, jeritan untuk melakukan kekerasan, referensi ke subhumanitas dan inferioritas dan abstraksi yang melaporkan inferioritas. Kebijaksanaan itu legal untuk serbuan atas dasar suku bangsa, agama, asal kebangsaan, keburukan, aliansi agama, golongan, arah intim, jenis kemaluan, bukti diri kelamin, dan penyakit sungguh- sungguh.

Tetapi dalam satu ilustrasi dari 25 April 2018, Squire melaporkan ke Facebook sebuah grup kontra Islam bernama Purge Worldwide, bagi petisi itu. Cerita grup itu bersuara:" Ini merupakan grup kontra Islam. Tempat untuk memberi informasi tentang apa yang terjadi di bagian dunia Kamu."

Facebook menanggapi kalau mereka tidak akan menghilangkan grup ataupun konten kontra Islam itu. Petisi itu mengambil ilustrasi lain dari grup dengan julukan seperti" Kematian untuk Menewaskan Badan Ajaran Mukmin Islam" dan" Jijik Islam" yang didiamkan oleh Facebook, walaupun kebijaksanaan Facebook mencegah rujukan ataupun analogi dengan kotoran atas dasar agama. Dalam permasalahan terakhir Facebook memang menghilangkan beberapa antaran dari grup, tetapi tidak pada grup itu sendiri.

Petisi itu juga mengambil dispensasi yang dibuat Facebook kepada kebijaksanaannya untuk mantan Kepala negara Donald Trump, yang untuknya Facebook membuat dispensasi kepada aturannya kala ia memposting sebagai calon pada tahun 2016 tentang mencegah seluruh Mukmin merambah AS. Penuntut juga meminta majelis hukum hakim dan ubah cedera sebesar USD 1. 500 untuk setiap pelanggaran.