Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link
Postingan

Rahasia Alam Semesta: Bagaimana Cara Bintang Mati?

Bintang juga memiliki daur hidup dan kematian seperti insan hidup di Alam. Di penghujung akhir hidupnya, bintang mati di alam sarwa akan meledak...

Tekinfom.com, Bintang juga memiliki daur hidup dan kematian seperti insan hidup di Alam. Di penghujung akhir hidupnya, bintang mati di alam sarwa akan meledak dan diisyarati dengan peristiwa supernova berbentuk kilasan sinar yang sangat jelas.


Ini merupakan salah satu rahasia alam sarwa tentang barang langit, hal daur hidup dan mati sebuah bintang.

NASA, ESA and J. Kastner (RIT)Pencitraan teleskop Nasa Hubble, wujud spektrum cahaya dari NGC 6302 atau yang dikenal sebagai Nebula Kupu-kupu. Nebula dari bintang yang mengakhiri hidupnya yang dikenal sebagai peristiwa supernova atau ledakan bintang.


Pada malam hari, bintang yang berkelap- kelip merupakan adiratna yang menghiasi langit malam yang hitam. Pancaran sinar bintang diakibatkan oleh respon fusi nuklir yang menciptakan tenaga yang terjadi intinya.


Dalam astronomi, bintang merupakan barang langit yang tercipta dari hidrogen dan helium yang menciptakan sinar dan panas dari fusi nuklir yang berkeliling di dalam inti mereka.


Bintang mengawali hidup mereka kala fusi hidrogen menyala pada inti yang padat dan panas. Ajakan gaya tarik bumi dari massa bintang menekannya dan jadi titik kecil.


Tetapi, tenaga yang dilepaskan oleh fusi mendesak ke luar dan menghasilkan penyeimbang lembut yang bisa bertahan selama jutaan ataupun bahkan triliunan tahun.


Bintang pendek biasanya akan hidup dalam waktu yang sangat lama.


Lalu, gimana cara bintang mati ataupun memberhentikan hidupnya?


Pada biasanya, jenis bintang katai merah dengan sendirinya akan membakar hidrogen dalam intinya selama triliunan tahun.


Sebab, bersamaan bertambahnya umur, bintang- bintang pendek ini akan lalu jadi lebih jelas hingga lama- lama memudar, jadi bongkahan helium dan hidrogen yang lamban, setelah itu cuma berkeliaran di alam sarwa.


Saat bintang padat di alam sarwa ini mati dan lenyap, keadaan akan jadi lebih buas.


Disebabkan volume bintang yang terus menjadi bertambah, hingga respon fusi nuklir akan terjadi lebih cepat untuk menjaga penyeimbang kepada gaya tarik bumi.


Bintang- bintang padat mengarah memiliki masa hidup yang jauh lebih pendek, dibanding bintang katai merah.


Umur bintang padat cuma sekitar beberapa juta tahun saja, setelah itu bintang mati lalu lenyap.


Kala bintang mati, dengan ukurannya yang besar, artinya terdapat tekanan gaya tarik bumi yang lumayan untuk mencampurkan hidrogen, helium, karbonium, zat asam, magnesium dan silikon. Sejumlah bagian yang dibuat bintang- bintang raksasa menjelang akhir hidupnya.


Begitu bintang- bintang ini membuat inti besi ini, hingga seperti itu akhir dari ekspedisi hidup bintang.


Seluruh bagian yang dibuat bintang raksasa akan masuk ke dalam inti besi, tetapi fusi besi tidak membebaskan tenaga untuk melawannya. Kebalikannya, inti besi akan berkontraksi sampai terus menjadi memadat, sehingga elektron terdorong ke dalam proton.


Berikutnya mengganti semua inti itu jadi bola neutron raksasa. Bola neutron itu sementara akan sanggup menahan kejatuhan yang memusnahkan, dan mengakibatkan dentuman supernova.


Peristiwa supernova ini akan membebaskan lebih banyak tenaga dalam seminggu, tenaga yang dilepaskan itu lebih banyak dibanding yang dilepaskan mentari selama semua masa hidupnya selama 10 miliyar tahun.


Kala supernova terjadi di bima sakti kita, hingga ledakannya lumayan jelas untuk timbul di siang hari dan bahkan dapat lebih jelas daripada bulan badar di malam hari.


Dentuman supernova merupakan indikator bintang mati, walaupun dentuman ini saat terjebak teleskop luar angkasa akan nampak gemerlap bagus di alam sarwa.


Untuk bintang sedang ini yang melingkupi bintang seperti mentari kita, memiliki masalah yaitu kala bola zat asam dan karbonium tercipta di inti, mereka tidak memiliki lumayan massa yang mengelilinginya untuk meleburnya jadi suatu yang lebih berat.


Mereka cuma bungkam dan jadi terus menjadi panas dari hari ke hari. Sisa bintang bereaksi dan membesar sehingga berganti jadi merah lalu setelah itu menciptakan raksasa merah.


Saat mentari kita berganti jadi raksasa merah, tepinya akan hampir mencapai jalur Alam.


Tahap raksasa merah ini


tidak normal dan bintang- bintang seperti mentari kita akan mengejang, ambruk, dan melayang kesekian kali, dengan setiap peristiwa meluncurkan angin yang membuat beberapa besar massa mentari ke aturan surya.


Dalam masa kematian terakhirnya, bintang berukuran sedang akan mengeluarkan isi perutnya untuk membuat nebula planet yang berbusa, bongkahan pipih gas dan abu yang mengitari inti karbonium dan zat asam yang sekarang terbuka di tengahnya.


Inti itu menemukan julukan baru saat diekspos ke ruang hampa udara yang dapat tahu dengan katai putih.


Katai putih menyinari nebula planet di sekelilingnya, memberinya tenaga selama sekitar 10. 000 tahun saat sebelum bangkai bintang mati jadi sangat dingin untuk membolehkan pementasan sinar sejenis itu. 

Menembus Batas

Posting Komentar